“Pada pertengahan hari, temperatur dapat mencapai hingga 400 derajat Kelvin (127 derajat Celcius), dan di kutubnya pada pertengahan malam, di sana bisa menjadi sangatlah dingin,” tambahnya. Kemiringan dari sumbu bulan adalah sebesar 1 ,54 derajat. Bagi kebanyakan tempat, hal ini tidak membuat perbedaan, namun sebagaimana Prof Paige enjelaskan, di kutubnya hanya muncul tiga derajat perubahan dari ketinggian matahari di cakrawala dalam siklus satu tahun. “Hasil ini membuat variasi yang signifikan terhadap perluasan bayangan dan temperatur,” tambahnya. Diviner mengobservasi temperatur terendah pada musim panas di titik tergelap di kutub selatan sekitar 35 Kelvin atau minus 238 derajat Celcius. Tetapi di utara, dekat dengan arus musim dingin yang eksis, instrumen Diviner merekam temperatur sekitar 26 Kelvin di dasar permukaan bulan di kawah Hermit. Juga ada wilayah di ujung selatan di dasar kawah Peary dan Bosch yang kondisi temperaturnya hampir sama dingin. “Cara kita untuk membuat sesuatu hal menjadi lebih dingin adalah dengan menghilangkan semua potensi sumber panas dan di kawah ini di kutub bulan dan mereka sama sekali tidak menerima sinar matahari secara langsung dan tempat terdingin adalah yang tidak pernah menerima sinar matahari secara langsung,” kata Profesor Paige. “Dengan kata lain, hanya sedikit radiasi dapat tersebar dari beberapa tebing di atas mampu jauh turun ke daerah-daerah tersebut, dan mereka hanya sejuk. Akhirnya, mereka mencapai keseimbangan suhu turun pada saat-nilai rendah," tambahnya.[ito]
(artikel-sains.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar