Selasa, 08 Juni 2010

Sabuk Yupiter Hilang, NASA Pusing

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) NASA kembali dibuat pusing. Kali ini, menghilangnya sabuk utama planet Yupiter membuat mereka bertanya-tanya.

Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya, memiliki beberapa sabuk melingkar. Sabuk awan, demikian ilmuwan menyebut sabuk-sabuk yang tampil lewat gradasi warna cokelat ini. Beberapa hari lalu, satu sabuk dari dua sabuk awan utama benar-benar menghilang. Dikatakan 'benar-benar' karena sabuk awan terlihat mulai mengabur sejak tahun lalu.

Kendati peristiwa ini bukan pertama kali terjadi pada Yupiter, tetap saja NASA terkejut. Mengapa? Karena sampai sekarang NASA belum juga menemukan penyebab hilangnya dua sabuk Yupiter. Sabuk Ekuator Selatan Yupiter (SEB) menghilang beberapa pekan, kemudian muncul kembali dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Bahkan NASA pun tidak bisa melacak atau memotret saat sabuk menghilang maupun kembali pada jajaran sabuk Yupiter.

"Sungguh misterius. Ini adalah peristiwa besar," sahut astronom yang bekerja di Laboratorium Penggerak Jet NASA Glenn Orton.

Tim Norton sebenarnya terus memantau permukaan Yupiter. Namun, entah kenapa peristiwa hilang dan kembalinya SEB selalu terlewatkan. Misalnya yang terjadi tahun lalu, saat SEB mulai menghilang. Gumpalan awan terus menipis hingga akhirnya habis sama sekali. Tidak ada sisa awan yang melingkar pada ekuator selatan Yupiter.

NASA pun gemas. "Kami tidak mengerti apa yang terjadi pada sabuk itu," papar Orton. Astronom ini cukup pusing menghadapi misteri hilangnya sabuk Yupiter. Lain halnya dengan astronom asal Australia Anthony Wesley. Dia menganggap peristiwa ini sebagai suatu kejutan. "Ya, Yupiter memang senang memberi kejutan," katanya datar.

Anggapan Wesley, sabuk awan tidak menghilang dalam arti sebenarnya. Dia yakin, SEB masih melingkar pada permukaan Yupiter. "Hanya mungkin tak terlihat karena tertutup gumpalan awan yang lebih tebal," ujarnya. Usia Wesley masih sangat muda ketika pertama kali 'diperkenalkan' dengan SEB. Semasa kecil, ayah Wesley sering mengajaknya ke loteng. Mereka meneropong bintang dari balik lensa teleskop. Dari kecil, Wesley tahu bahwa Yupiter memiliki dua sabuk utama.

"Aneh rasanya ketika tahu kini tinggal satu sabuk saja," ucapnya. SEB yang berwarna kecokelatan memiliki ukuran dua kali lebih lebar dibandingkan lebar bumi. Sabuk ini pun terlihat lebih besar daripada deretan sabuk Yupiter yang lain. Sabuk ini kerap menghilang dalam balutan kisah yang misterius. Tidak ada yang tahu waktu pastinya, pun penyebab hilangnya sabuk.

Pada rentang 1973-1975, SEB menghilang dan muncul lagi selama beberapa kali. Hampir 16 tahun sesudahnya, tidak ada laporan tentang hilangnya SEB. Laporan serupa muncul kembali pada 1989-1990. Tiga tahun kemudian, SEB kembali berulah. Sabuk ini menghilang tanpa pamit. Beberapa pekan kemudian, SEB terlihat lagi pada permukaan Yupiter.

Belasan tahun sesudahnya, SEB terus melingkar cerah pada permukaan planet kelima dalam sistem tata surya. Pada 2007, SEB hilang lagi. Menghilangnya SEB pada 2007 hanya berlangsung sebentar. Namun, kondisi ini justru mengacaukan pikiran NASA. Sebab, tahun-tahun berikutnya SEB semakin sering menghilang.

(okezone.com/ humasristek)

Manusia Bisa Terkena Virus Komputer

ILMUWAN Inggris Dr Mark Gasson mengklaim telah menjadi orang pertama di dunia yang terinfeksi virus komputer. Gasson, dari University of Reading, terkontaminasi lewat chip komputer yang dimasukkan ke dalam tangannya.

Perangkat itu, yang memungkinkan dia untuk melewati pintu keamanan dan mengaktifkan ponsel, adalah versi canggih dari chip ID yang digunakan untuk menandai hewan peliharaan dan hewan lainnya. Dalam beberapa percobaan, Dr Gasson mampu menunjukkan bahwa chip tersebut mampu meneruskan virus komputer ke sistem kontrol eksternal. Jika chip implan lainnya kemudian dihubungkan ke sistem, chip ini juga akan rusak.

Temuannya memiliki implikasi penting bagi masa depan ketika alat medis seperti alat pacu jantung dan implan koklea menjadi lebih canggih. Di masa depan mereka bisa mengambil risiko terkontaminasi oleh implan dari manusia lainnya.

"Bersama manfaat dari jenis teknologi ini, ada risiko. Kita mungkin berhasil meningkatkan diri dalam beberapa hal. Tapi, banyak kemajuan teknologi lain, misalnya ponsel, membuat kita menjadi rentan terhadap risiko, seperti masalah keamanan dan virus komputer," ujar Dr Gasson.

"Ini jenis teknologi yang telah dikomersialisasikan di Amerika Serikat seperti jenis gelang tanda medis. Jika Anda ditemukan tak sadarkan diri, Anda dapat dipindai dan riwayat medis Anda diketahui."

Kekhawatiran yang diangkat oleh Dr Gasson juga menjadi perhatian para ilmuwan lain. Profesor Rafael Capurro dari Etika Informasi, Steinbeis-Transfer-Institut, di Jerman mengatakan kepada BBC, "Jika seseorang bisa mendapatkan akses online ke implan Anda, ini bisa menjadi serius," katanya.

Profesor Capurro dalam sebuah studi etika pada 2005 bagi Komisi Eropa melihat perkembangan implan digital dan penyalahgunaannya. "Dari sudut pandang etika, pengawasan implan dapat bersifat positif dan negatif," katanya. "Pengawasan dapat menjadi bagian dari perawatan medis, tetapi jika seseorang ingin melakukan kejahatan kepada Anda, bisa menjadi masalah."

Dr Gasson mengajar di Teknik Sistem University of Reading akan menyajikan hasil penelitiannya di Simposium Internasional Teknologi dan Masyarakat di Australia bulan depan. Profesor Capurro juga akan berbicara pada acara tersebut. (Xinhua/OL-04)

www.mediaindonesia.com

Area Baru Bima Sakti Ditemukan

MIAMI--MI: Sebuah area luas yang dibentuk oleh bintang-bintang di galaksi Bima Sakti yang sebelumnya tidak diketahui oleh para astronom kini telah diketahui dengan bantuan teleskop inframerah. Penemuan area tersebut diyakini menyediakan informasi penting bagi para astronom tentang struktur galaksi dan proses evolusi galaksi.

"Area tersebut ditemukan terkonsentrasi pada bagian akhir pusat galaksi dan di bagian spiralnya. Sebuah studi terpisah juga menyatakan adanya kelimpahan gas awan hidrogen di beberapa bagian galaksi di atas sambungan spiral galaksi bagian tengah," ungkap anggota tim penemuan tersebut, Felix J Lockman, dari Observatorium Astronomi Radio Nasional (NRAO).

Salah satu area yang ditemukan disebut area H II, tempat terionisasinya atom-atom hidrogen. Di tempat itulah juga atom-atom hidrogen terlepas dari elektron mereka akibat radiasi yang besar dari bintang-bintang muda.

"Kami dapat secara jelas menghubungkan lokasi area-area tersebut ke struktur keseluruhan galaksi. Penelitian lebih lanjut memungkinkan kita untuk mengerti proses formasi bintang dan membandingkan komposisi kimianya," papar anggota lain tim tersebut, Thomas Bania, dari Universitas Boston.

Melalui penelitian terpisah, astronom juga menemukan adanya awan hidrogen yang sangat banyak di galaksi Bima Sakti. Awan-awan tersebut diyakini dapat membantu para astronom mengerti proses evolusi galaksi.

"Sifat dari awan tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa mereka berasal dari cakram Bima Sakti. Awan-awan tersebut merupakan komponen utama dari galaksi kita. Memahami awan tersebut penting untuk memahami bagaimana materi bergerak antara cakram dan halo galaksi yang merupakan proses kritis dalam evolusi galaksi," ungkap Lockman kembali.

Penemuan awan hidrogen tersebut juga sebuah kejutan bagi para peneliti karena kebesaran dan kepadatannya. Awan tersebut memiliki massa rata-rata sekitar 700 kali massa matahari. Ukurannya pun sangat bervariasi. Kebanyakan sekitar seluas 200 tahun cahaya. (Mar/Space.com/OL-04)

www.mediaindonesia.com

NASA Temukan Bukti Adanya Alien di Saturnus



TEMPO Interaktif, Jakarta -  Bukti yang menunjukkan bahwa ada kehidupan di Titan, bulan Saturnus, tampaknya telah ditemukan oleh para ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Para peneliti di lembaga ruang angkasa itu yakin mereka telah menemukan petunjuk penting yang menunjukkan bahwa alien primitif kemungkinan hidup di planet itu.

Data dari satelit Cassini NASA telah menganalisis kimia kompleks di permukaan Titan. Para ahli mengatakan satu-satunya bulan di planet itu memiliki atmosfer padat.

Mereka telah menemukan bahwa bentuk-bentuk kehidupan telah bernafas di atmosfer planet dan juga memberi makan pada bahan bakar permukaannya.

Para astronom mengklaim bulan itu umumnya terlalu dingin untuk mendukung air cair di permukaannya.

Penelitian itu terbagi dalam dua studi terpisah.

Makalah pertama, dalam jurnal Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogen yang mengalir di seluruh atmosfer planet menghilang di permukaan. Ini menunjukkan bahwa bentuk alien telah bernapas.

Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, menyimpulkan bahwa ada kekurangan bahan kimia di permukaan.

Para ilmuwan kemudian dituntun untuk meyakini bahwa zat itu mungkin telah dikonsumsi oleh suatu bentuk kehidupan.

Para peneliti memperkirakan sinar matahari berinteraksi dengan bahan kimia di atmosfer untuk menghasilkan gas asetilena. Tapi Cassini tidak mendeteksi gas tersebut.

Chris McKay, seorang astrobiologist di Pusat Penelitian NASA, di Moffett Field, California, yang memimpin penelitian, mengatakan: konsumsi hidrogen mirip dengan cara kita mengkonsumsi oksigen di Bumi.

"Jika tanda-tanda ini menjadi suatu tanda-tanda kehidupan, itu akan sangat menarik karena akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan berbasis air di Bumi.

Profesor John Zarnecki, Universitas Terbuka, menambahkan: Kami percaya zat kimia itu ada agar kehidupan terbentuk. Dia hanya membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses.

"Dalam waktu empat miliar tahun, ketika matahari membengkak menjadi raksasa merah, akan menjadi surga di Titan."

Mereka memperingatkan, bagaimanapun, mungkin ada penjelasan lain untuk hasil temuan itu.

Tapi secara bersama-sama, keduanya menunjukkan dua kondisi penting yang diperlukan untuk keberadaan kehidupan berbasis metana.

www.tempointeraktif.com

Corp Circle Terjadi Lagi 3 Juni 2010

Fennomena Crop Circle kembali terjadi. Kali ini terjadi di daerah Wiltshire. Anehnya crop circle ini muncul lagi setelah sebelumnya muncul pada satu hari sebelumnya di daerah Wiltshire. Crop circle kali ini muncul pada 3 Juni 2010 di Codford St Peter, nr Warminster, Wiltshire. Seperti apa bentuknya kali ini? Ini dia fotonya!

Crop Circle : Codford St Peter, nr Warminster, Wiltshire. 3 Juni 2010






Sampai saat ini misteri tentang corp circle belu juga terpecahkan. Banyak yang mengaitkan dengan ulah makhluk Asing (UFO), fenomena alam di bumi, medang magnetik bumi, dll. Sebenarnya saya juga sangat penasaran, ingin mengetahui apa dibalik semua itu...

Kamis, 03 Juni 2010

Mahasiswa Prancis Ciptakan Mobil Irit BBM 4.896 Km Per Liter

Paris - Mahasiswa Politeknik Universitas Nantes, Prancis memecahkan rekor mobil teririt sejagat dengan catatan 4.896,1 kilometer per liter.

Rekor menakjubkan tersebut mereka ukir belum lama ini di ajang Shell Eco-marathon sekaligus mematahkan rekor mobil teririt sebelumnya di ajang ini.

Di tahun 2005 mahasiswa asal Swiss pernah membukukan rekor keiritan berjalan 3.836 kilometer hanya dengan satu liter bahan bakar.

Rekor tersebut patah 5 tahun kemudian oleh Politeknik Nantes dan tim Lycee La Joliverie yang berkolaborasi. Kendaraan yang mereka ciptakan di hari pertama lomba mampu berjalan hingga 4.414 kilometer dengan 1 liter bahan bakar. Namun mereka menambah kembali rekor sebanyak 482 kilometer lebih jauh dari rekor menjadi 4.896,1 kilometer.

"Waktu lima tahun penelitian diperlukan untuk menciptakan rekor 4.896 kilometer dengan satu liter bahan bakar," ujar team leader Politeknik Nantes, Pauline Tranchard seperti detikOto kutip dari Gizmag, Senin (24/5/2010).

Jarak 4.896,1 kilometer sendiri bisa dibilang merupakan jarak Benua Eropa dari ujung ke ujung. Atau dari Norwegia di ujung utara hingga ke Italia di selatan.

Nah setelah Eropa, pada bulan Juni nanti giliran lomba irit di kawasan Asia yang akan diselenggarakan di Malaysia. Mahasiswa dari Indonesia pun akan ikut serta. Mereka sudah memamerkan mobil-mobil irit mereka di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kita tentunya berharap mereka bisa menunjukkan prestasi cemerlang. Kita tunggu nanti.

http://oto.detik.com

Motor buatan Indonesia Minerva Punya Varian Baru Megelli 250

Hanya berselang tak lama setelah meluncurkan R150VX, PT Minerva Motor Indonesia (MMI) kembali akan menggebrak pasar motor sport dalam negeri.

Kali ini yang ditawarkan adalah generasi terbaru dari Megelli 250. Ya, trio Megelli 250 S (naked bike), Minerva 250 R (sport), ataupun Minerva 250 M (supermoto) akan kedatangan keluarga baru, tepatnya 3 Juni 2010 mendatang.

"Kita sebutnya varian terbaru, karena untuk Sachs Megelli 250 sebelumnya tetap ada," sebut President Director MMI Kristianto Goenadi ketika dihubungi okezone, Selasa (1/6/2010).

Ada dua varian terbaru dari seri Minerva Sachs Megelli 250 ini, tipe RE dan RV. Namun keduanya memiliki jeroan yang diklaim benar-ebnar berbeda dibanding seri Migelli sebelumnya.

Untuk tipe RE kini menggunakan sumber tenaga yang 250 cc yang telah dilengkapi 4 valve serta water cooling. "Tenaganya naik jadi 27 hp dari sebelumnya 20,5 hp. Berat mesin juga 10 Kg lebih ringan dari Migelli yang lama," tambah Kristianto.

Sementara untuk tipe RV, ia menyebutkan tetap menggunakan mesin yang sama dengan tipe RE hanya saja sudah ditambahkan suspensi upside down di depan dan monoshock di belakang serta speedometer Coso RX2N baru.

Boleh dibilang tipe RV nantinya merupakan top of the line dari Minerva Sachs Megelli 250. Namun sayangnya tipe ini hanya akan ada di model Megelli R, sedangkan yang naked bike serta super moto hanya disediakan pilihan hingga tipe RE.

Lantas berapa harga yang bakal dibanderol MMI selaku pemegang merek sepeda motor Minerva di Tanah Air? "Beda harganya sekira Rp3 jutaan dari seri Migelli sebelumnya," tukas pria berkacamata itu.

Sebagai bahan gambaran, Minerva 250 dipasarkan dengan harga Rp 28,9 juta tipe R (sport), Rp 25,9 juta untuk tipe naked bike (S), dan untuk model supermoto dihargai Rp 26,9 juta.okezone

http://www.informasiku.com/