Senin, 05 Juli 2010

Tahun Ini, Roket LAPAN Luncurkan Satelit

BANTUL, KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menargetkan pada 2010 sudah mampu mengorbitkan satelit sendiri. Demikian kata Kepala Pusat Teknologi Terapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Rika Andiarti di sela penyelenggaraan Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan dengan matang rencana peluncuran roket pengorbit satelit. Saat ini mungkin baru akan meluncurkan satelit "Nano" dengan berat di bawah 10 kilogram," katanya, Sabtu (26/6/2010).

Menurut Rika Andiarti, satelit "nano" ini dapat difungsikan untuk pemantauan suhu udara maupun kelembabab udara dan data kecil atau sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan satelit. "Ke depan kami targetkan mampu mengorbitkan satelit berukuran besar seperti yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai persiapan uji coba peluncuran roket pengorbit satelit. "Lima tahun ke depan kami harus sudah mampu memproduksi roket peluncur satelit berukuran besar, sehingga Indonesia tidak lagi meminta bantuan negara lain untuk mengorbitkan satelit," kata Rika .

Jamin keamanan

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Djamasri menambahkan, dengan mengorbitkan sendiri satelit maka keamanan negara akan lebih terjamin. "Saat ini Indonesia masih meminta bantuan negara lain untuk mengorbitkan satelit, dan ini sangat rawan karena muatan roket dan satelit bisa disusupi kepentingan negara pengorbit satelit," katanya.

Profesor Djamasri mengatakan, teknologi kedirgantaraan khusunya tentang roket sangat bermanfaat dan bisa untuk berbagai kepentingan seperti mitgasi bencana. Teknologi kedirgantaraan juga sangat mendukung untuk kepentingan pertahanan Indonesia .

"Jika dari Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul kita mampu membuat roket dengan daya luncur antara 3.000 hingga 5.000 kilometer maka pertahanan akan semakin kokoh dan negara lain tidak akan seenaknya," katanya.

(kompas.com)

Senin, 28 Juni 2010

Perkiraan Fenomena Langit 2010

Pada Sabtu,26 Juni 2010 yang lalu saya melihat bulan sabit tetapi kok miring ke arah kiri (biasanya sabit hanya di atas dan di bawah). Aku pun tanya mbah Google, eh ternyata hari ini terjadi gerhana bulan parsial (Aku menyaksikan dari wilayah Yogyakarta).

Tak bosan kunikmati gerhana itu sampai berakhir (sekitar jam 8 malam),

Mungkin anda kecewa karena belum sempat menyaksikannya, tetapi ternyata masih banyak Fenomena langit lagi yang dapat kita saksikan sepanjang sisa tahun 2010 ini:

11 Juli, Gerhana matahari total

Gerhana matahari total akan terjadi di 15 mil dari Tahiti dan Pulau Paskah. Sementara di sebuah titik lokasi di Samudera Pasifik Selatan, matahari tertutup total selama 4 menit dan 45 detik.

Awal Agustus, Trio Planet

Mars melewati kurang dari dua derajat di selatan Saturnus pada 1 Agustus. Kemudian, bayangan Venus anya lebih dari 3 derajat ke selatan sembilan hari kemudian; pada 8 Agustus.

Tiga planet itu akan membentuk apa yang Jean Meeus mendefinisikan sebagai "trio," ketika tiga planet yang sesuai dalam lingkaran dengan diameter minimum lebih kecil dari 5 derajat.

12 Agustus, Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor tahunan ini akan maksimal terjadi di langit gelap, tanpa diintervensi cahaya bulan. Sekitar 90 meteor akan jatuh tiap jamnya.

21 September, Jupiter, Besar dan Tinggi

Jupiter akan berada di langit tengah malam, yaitu, pada oposisi (-2,9 magnitudo). Dalam orbit ini, Jupiter lebih dekat daripada jarak rata-rata.

Akhir Oktober, Bumi dilintasi Komet

Komet Hartley 2 akan melintas bumi, tepatnya 11,2 juta mil dari Bumi pada pada 20 Oktober 2010, hanya seminggu sebelum komet ini melewati matahari dalam jarak dekat.

Komet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di daerah pedesaan, bukan di tengah hingar-bingar kota.

14 Desember, Hujan meteor Gemini

Hujan meteor gemini kembali terjadi. Sekitar 120 meteor per jam akan turun dan menciptakan fenomena yang indah.

20-21 Desember, Gerhana Bulan Total

Amerika Utara mendapatkan 'kursi terbaik' untuk melihat fenomena gerhana bulan total ini. Untuk Timur AS dan Kanada, fenomena ini terjadi dini hari.

Untuk barat AS dan Kanada, fenomena ini terjadi pada tengah malam 20-21 Desember. Gerhana bulan ini akan terjadi selama 1 jam dan 14 menit.

Rabu, 16 Juni 2010

Internet Makin Ngebut dengan Teknologi 100G



[caption id="attachment_276" align="alignleft" width="150" caption="Kabel Optik"][/caption]

Jakarta
- Teknologi komunikasi di segmen jaringan serat optik kembali menghadirkan terobosan baru dengan diluncurkannya solusi kanal tunggal atau Single Carrier Next Generation dengan kecepatan 100 gigabit per detik (100G).

Solusi besutan Alcatel-Lucent (ALU) ini merupakan bagian dari teknologi jaringan "Next Generation Coherent" yang belum lama ini diperkenalkan di Paris, Prancis.

Dalam keterangan yang disampaikan ALU, Rabu (16/6/2010), solusi ini mereka rancang untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bandwidth yang terus meningkat lewat hadirnya beragam layanan multimedia, seperti video streaming, aplikasi web, file sharing, dan film-film berkualitas tinggi (high definition/HD).

Dalam implementasinya di lapangan, solusi ini diklaim ALU dapat mendukung transfer lebih dari 100.000 file MP3 dalam 60 detik atau lebih dari 15.000 siaran langsung saluran HDTV secara bersamaan.

Selain menawarkan pengingkatan performa, teknologi Single Carrier Next Generation juga menawarkan integrasi jaringan yang signifikan dan jangkauan transmisi yang lebih jauh dengan kompleksitas, biaya operasional, dan konsumsi daya yang lebih rendah.

"Solusi ini juga mampu bekerja bersamaan dengan teknologi jaringan existing, semisal antara 100G dengan infrastruktur berkecepatan lebih rendah seperti 10G dan 40G," kata James Watt, Head of ALU Optics.

Perangkat jaringan yang diusung dalam solusi ini adalah Photonic Service Switch 1830 (PSS 1830), hasil inovasi dari Bell Labs--lembaga penelitian milik ALU.

PSS 1830, kata ALU, telah dipilih oleh operator Softbank Telecom Corp dari Jepang untuk jaringan infrastruktur backbone-nya. Teknologi ini juga telah diuji coba oleh operator Telefonica dari Spanyol.

(detiknet.com)

Selasa, 15 Juni 2010

Langgam Jawa

Langgam Jawa merupakan bentuk adaptasi musik keroncong ke dalam idiom musik tradisional Jawa, khususnya gamelan. Langgam Jawa juga termasuk hasil inkulturasi budaya lain ke Budaya musik gamelan. Genre ini masih dapat digolongkan sebagai keroncong. Tokoh-tokoh musik ini di antaranya Andjar Any, Gesang, dan Ki Narto Sabdo. Penyanyi yang dapat disebut legendaris dari genre musik ini adalah Waljinah.

Kisaran Harga Gamelan

Satu set gamelan dari bahan perunggu seharga Rp 250 juta - Rp 300 juta. '

Dari bahan kuningan Rp 100 juta - Rp 125 juta,

dari bahan besi Rp 75-an juta,"

(sumber:kata perajin langganan Pemprov DIJ untuk membuat gamelan yang dikirimkan ke berbagai instansi dan wilayah ini.)



Dari sumber Lain:

gamelan perunggu:

kelas 1 Rp 350.000.000,oo
kelas 2 Rp 275.000.000,oo
kelas 3 Rp 200.000.000,oo
kelas 4 Rp 150.000.000,oo
gamelan kuningan:

kelas 1 Rp 150.000.000,oo
kelas 2 Rp 100.000.000,oo

gamelan besi:

kelas 1 Rp 75.000.000,oo
kelas 2 Rp 50.000.000,oo
kelas 3 Rp 30.000.000,oo

Balungan Gamelan

Berikut ini beberapa Balungan gamelan dalam bentuk file PDF:

Asmaradana

Uler_Kambang_Udan_Mas

Vokal_Langgam_Ngimpi

Laras Slendro dan Pelog

[caption id="attachment_256" align="alignleft" width="420" caption="Pembuatan Gamelan"][/caption]

Gamelan Jawa sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua laras (tangga nada / titi nada), yaitu Slendro dan Pelog.

Menurut mitologi Jawa, Gamelan Slendro lebih tua usianya daripada Gamelan Pelog. Slendro memiliki 5 (lima) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 (C- D E+ G A) dengan interval yang sama atau kalau pun berbeda perbedaan intervalnya sangat kecil. Pelog memiliki 7 (tujuh) nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 (C+ D E- F# G# A B) dengan perbedaan interval yang besar. Dalam memainkan pelog, masih dibagi menjadi dua lagi, yaitu Pelog Barang, dan Pelog Bem. Pelog Barang tidak pernah membunyikan nada 1, sedangkan pelog Bem tidak pernah membunyikan nada 7.

Dalam menciptakan lagu bernuansa pelog maupun slendro, ada aturan-aturannya tersendiri.

Pada gamelan, tidak ada nada re dan la. Tetapi ada beberapa lagu yang dipaksakan menggunakan nada la, dan ini memiliki nilai arti tersendiri pada lagu tersebut.