CCTV yg tersebar di sudut- Kota Yogyakarta:
AMPLAZ (Ambarukmo Plaza- Flexy Center lantai 1)
* http://125.163.242.71/CgiStart?page=Single&Language=0
Malioboro Mall (parkiran depan)
* http://125.163.242.191/CgiStart?page=Single&Language=0
Candi Prambanan
* http://125.163.249.66/CgiStart?page=Single&Language=0
Jln Malioboro
* http://125.163.244.223/CgiStart?page=Single&Language=0
Jln Trikora
* http://125.163.249.17/CgiStart?page=Single&Language=0
Perempatan Vredeburg
http://125.163.251.243/ViewerFrame?M…l=3&Language=0
Kamis, 29 April 2010
Selasa, 13 April 2010
Lubang Peluru pada Tengkorak Manusia Purba
Arthur Smith Woodward (1864-1944) yang kemudian menerima temuan ini untuk diteliti menggolongkannya ke dalam jenis baru yaitu Homo Rhodesiensis. Namun yang kemudian mengherankan para ahli adalah perihal lubang kecil berdiameter 8 mm yang menembus kedua sisi tengkorak tersebut, karena hanya mungkin terjadi oleh sebuah tembakan peluru dengan kecepatan sangat tinggi dan terjadi ketika manusia purba ini masih hidup. Kesimpulan ini diperkuat oleh hasil penelitian otoritas forensik Jerman. Ini berarti sudah ada alat tembak berteknologi tinggi pada masa Palaelolithik Afrika tersebut. Tengkorak manusia purba berlubang tembak ini kini disimpan di British Museum, London.
Benua Afrika termasuk area yang banyak ditemukan sisa peninggalan manusia purba dalam bentuk kerangka. Pada 11 Juli 2001, Michel Brunet dari University of Poitiers, Prancis melaporkan penemuan tengkorak hominid, manusia purba tertua yang pernah ditemukan, berusia antara 6.000.000 - 7.000.000 tahun dari Chad dan digolongkan ke dalam jenis baru, Sahelanthropus Tchadensis (Touma?). Daniel Lieberman, profesor antropologi dari Harvard University setuju bahwa temuan tengkorak ini termasuk hominid dengan bentuk muka (kecuali bagian tempurung otak) menyerupai genus Homo.
Benua Afrika termasuk area yang banyak ditemukan sisa peninggalan manusia purba dalam bentuk kerangka. Pada 11 Juli 2001, Michel Brunet dari University of Poitiers, Prancis melaporkan penemuan tengkorak hominid, manusia purba tertua yang pernah ditemukan, berusia antara 6.000.000 - 7.000.000 tahun dari Chad dan digolongkan ke dalam jenis baru, Sahelanthropus Tchadensis (Touma?). Daniel Lieberman, profesor antropologi dari Harvard University setuju bahwa temuan tengkorak ini termasuk hominid dengan bentuk muka (kecuali bagian tempurung otak) menyerupai genus Homo.
sumber:satriaji-andianto.blogspot.com
Sabtu, 10 April 2010
SanDisk Hadirkan MicroSD 32GB Pertama
Mungkin bagi sebagian orang, kapasitas microSD adalah unsur penting dalam mendukung aktivitasnya sehari-hari. Jika ruang sebesar 16GB dalam kepingan pipih ini dirasa kurang cukup, SanDisk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan microSD berkapasitas 32GB.MicroSD yang mungkin berkapasitas terbesar di dunia ini merupakan jenis kartu SD format microSDHC. Yang nanti muncul menggantikannya adalah varian dari microSDXC. XC pada microSDXC ini adalah singkatan dari extended capacity.
Kabarnya, SanDisk akan merilis microSD barunya ini pada April di Amerika Serikat. Namun, harganya diperkirakan masih cukup mahal, yakni berkisar pada US$ 200 atau setara Rp 1,8 juta per kepingnya.
Dibandingkan kartu microSD berkapasitas 16GB dari SanDisk, selisihnya cukup jauh, sekitar 160 dolar AS. Kini, dengan kocek 40 dolar AS, Anda bisa mendapatkannya.
Bagi Anda yang memiliki ponsel dengan slot kartu yang mendukung microSD berkapasitas maksimal 32GB tentu saja berbahagia dengan kehadiran produk anyar ini. Tapi, tidak bagi pemilik ponsel yang hanya mendukung kartu SD hingga 16GB saja.
Sekedar bayangan, ponsel setingkat BlackBerry Bold 9700 (Onyx), Nokia N97, sampai Nokia E72 belum bisa mendukung microSD setingkat 32GB. Artinya, jika kartu ini dimasukkan, pada ponsel hanya terbaca sebagai kartu 16GB saja.
Sejauh ini, hanya beberapa ponsel, terutama ponsel-ponsel Android, yang sudah mampu mendukung kartu microSD hingga 32GB. Sebut saja, Google Nexus One, Motorola Milestone, dan HTC Legend.
sumber: VIVAnews
Telkomsel Pasang 15 BTS di Kapal Pelni
"Dengan penerapan inovasi solusi komunikasi jalur transportasi laut ini, maka Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler yang melayani wilayah perairan Indonesia melalui penggelaran jaringan telekomunikasi di 15 kapal Pelni," ucap Dirut Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, di dermaga Tanjung Priok, KM Lambelu, Jakarta, Jumat (9/4/2010).
Peresmian beroperasinya layanan telekomunikasi di kapal Pelni ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Sarwoto selaku Dirut Telkomsel dan Jussabella Sahea sebagai Dirut Pelni di atas KM Lambelu.
Pada kesempatan ini juga dilakukan uji coba penggunaan layanan telekomunikasi dengan menghubungi kapal Pelni lainnya yang sedang berlayar di wilayah timur Indonesia dan peninjauan lokasi perangkat telekomunikasi yang dipasang di KM Lambelu.
Pengimplementasian inovasi teknologi di kapal Pelni ini merupakan bagian dari program Telkomsel Merah Putih yang telah dilaksanakan sejak Juni 2008 lalu. Kerjasama ini merupakan wujud sinergi perusahaan di lingkungan BUMN yang memiliki kesamaan visi dalam pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Sarwoto mengatakan, "Layanan ini menjadi persembahan kami menjelang usia 15 tahun Telkomsel melayani Indonesia. Dengan diresmikannya program di KM Lawit ini, maka masyarakat sudah dapat menikmati kenyamanan berkomunikasi dari Sabang sampai Merauke melalui jalur yang dilalui 15 Kapal Pelni."
Layanan GSM berbasis IP ini hadir dalam bentuk yang lebih simpel tanpa perlu membangun menara BTS (Base Transceiver Station) dan cukup meletakkan beberapa alat saja, seperti antena parabola, modem VSAT IP, pico BTS, solar cell sebagai power supply serta APB baterai (Automatic Power Backup) di daerah yang sudah ada listrik.
Di atas kapal ini juga dilengkapi dengan sarana pelayanan publik berupa dua buah pesawat telepon FWT (Fixed Wireless Telephony) sebagai warung seluler (warsel) bagi penumpang kapal yang belum mempunyai ponsel.
Adapun 15 kapal Pelni yang telah dilayani Telkomsel Merah Putih adalah Sinabung, Gunung Dempo, Labobar, Bukit Raya, Dobonsolo, Ciremai, Tidar, Nggapulu, Bukit Siguntang, Kelimutu, Lambelu, Sirimau, Kelud, Dorolonda, dan Lawit.detik
sumber:http://www.informasiku.com/2010/04/telkomsel-pasang-15-bts-di-kapal-pelni.html
Samsung Ekspansi TV 3D di Indonesia
"Kami memberanikan diri untuk menjadi pionir pemasar TV 3D full high definition di Indonesia dengan lini produk terlengkap," kata Yoo-Young KIM, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia, dalam peluncuran di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (9/4/2010).
Adapun rangkaian TV 3D yang dirilis Samsung meliputi LED TV seri 7000, 8000, dan 9000. Kemudian LCD seri 750, serta Plasma TV seri 8000 dan 7000. Di saat bersamaan, Samsung juga merilis pemutar DVD Blu-Ray 3D dengan seri BD-C6900.
"Kesuksesan film 3D di sinema menjadi inspirasi kami," kata Yoo-Young. "Memang, film 3D sekarang belum banyak. Tapi kita percaya suatu saat nanti tren-nya ke sana. Makin banyak film yang mengadopsi 3D," lanjut dia.
Saat diuji coba, TV 3D yang ditawarkan Samsung menawarkan gambar yang relatif jernih untuk tampilan 2D maupun 3D. Perpindahan dari 2D ke 3D cukup dilakukan dengan hanya menekan satu tombol di remote TV.
Untuk menikmati tontonan 3D, Samsung menyertakan satu kacamata khusus. Apabila ingin membeli tambahan kacamata, Samsung membanderolnya dengan harga US$ 900 atau hampir Rp 1 juta.
Tontonan 3D juga masih bisa dinikmati meski dengan kemiringan sudut pandang hingga 42 derajat. TV 3D Samsung juga menawarkan koneksi internet yang bisa diakses melalui sambungan kabel broadband maupun nirkabel WiFi.detik
sumber: http://www.informasiku.com/2010/04/samsung-ekspansi-tv-3d-di-indonesia.html
Jumat, 19 Maret 2010
Dancing Forest, Fenomena Alam yang Misterius
Dikenal sebagai Dancing Forest (Hutan Menari) atau Drunken Forest (Hutan Mabuk) oleh masyarakat lokal. Di sebut demikian karena hutan pinus yang tidak biasa ini mengalami fenomena aneh yaitu batang pohon yang sejatinya tumbuh lurus, tapi malah meliuk-liuk seperti ular, sebagian besar dari mereka berputar-putar dan seperti spiral sepanjang tanah.
Menurut wisatawan, Dancing Forest (Hutan Menari) lebih mirip sebuah lokasi di dekat Chernobyl. Beberapa tahun yang lalu, manajer taman ini mengundang mahasiswa dari universitas lokal untuk melakukan penelitian untuk mencari sumber keanehan dan misteri ini.
Sejak saat itu, beberapa teori muncul, termasuk salah satu yang dikemukakan oleh seorang paranormal yang mengatakan bahwa hutan itu terletak di suatu tempat di mana sejumlah besar energi positif dan negatif bertabrakan. Lainnya mengatakan bahwa penyebab utamanya adalah faktor geologis, bahwa itu ada hubungannya dengan tanah pasir yang tidak stabil. Tapi teori yang paling bisa diterima adalah bahwa Dancing Forest (Hutan Menari) dimanipulasi oleh angin yang kuat bertiup di daerah situ.
Apa pun alasannya, Hutan Kaliningrad ini jelas merupakan fenomena alam yang sangat menarik, dengan kuasa Allah lah sang Maha Pencipta, sgala hal mungkin terjadi atas kuasaNya
sumber: kaskus.us,
http://terselubung.blogspot.com/2010/03/dancing-forest-fenomena-alam-yang.html
Selasa, 16 Maret 2010
Matahari Tidur, Jaman Es Datang
Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global.
Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh.
Amerika Serikat pun mengalami hal yang sama. Serbuan cuaca ekstrem ini berdampak pada kegagalan panen di Florida dan menyebabkan dua orang meninggal di New York. Kejadian luar biasa yang berskala global ini diyakini para pengamat meteorologi dan astronomi berkaitan dengan kondisi melemahnya aktivitas Matahari yang ditandai oleh menurunnya kejadian bintik matahari atau sunspot.
Bintik hitam yang tampak di permukaan Matahari melalui teropong bila dilihat dari sisi samping menyerupai tonggak yang muncul dari permukaan Matahari. Tonggak itu terjadi akibat berpusarnya massa magnet di perut Matahari hingga menembus permukaan. Akibat munculnya bintik hitam berdiameter sekitar 32.000 kilometer atau 2,5 kali diameter rata-rata Bumi, suhu gas di fotosfer dan kromosfer naik sekitar 800 derajat celsius dari normalnya. Hal ini dapat mengakibatkan badai matahari dan ledakan cahaya yang disebut flare. Namun, yang terjadi beberapa tahun terakhir ini adalah Matahari nonaktif.
Menurunnya aktivitas Matahari itu berdasarkan pantauan Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), mulai terlihat sejak tahun 2000. Para pakar astrofisika matahari di dunia menyebut tahun 2008 sebagai tahun dengan hari tanpa bintik matahari yang tergolong terendah dalam 50 tahun terakhir. Mereka memperkirakan beberapa tahun sesudah 2008 akan menjadi tahun-tahun yang dingin, kata Mezak Ratag, pakar astrofisika yang tengah merintis pendirian Earth and Space Science Institute di Manado, Sulawesi Utara.
Pengukuran kuat medan magnet bintik matahari dalam 20 tahun terakhir di Observatorium Kitt Peak Arizona menunjukkan penurunan. Dari medan magnet maksimum rata-rata 3.000 gauss pada awal 1990-an turun menjadi sekitar 2.000 gauss saat ini. Penurunan sangat signifikan ini merupakan bukti bahwa hingga beberapa waktu ke depan Matahari masih akan pada keadaan malas, kata Mezak. Ia memperkirakan kalau aktivitas maksimumnya terjadi pada sekitar tahun 2013, tingkatnya tidak akan setinggi maksimum dalam beberapa siklus terakhir.
Matahari dan iklim
Saat matahari redup berkepanjangan, musim dingin ekstrem berpotensi terjadi karena Matahari—sumber energi bagi lingkungan tata surya—adalah penggerak mesin iklim di Bumi. Sejak 1865, data di Lapan menunjukkan kecenderungan curah hujan berkurang saat Matahari tenang. Demikian pula musim dingin parah sejak akhir 2009 terjadi saat Matahari amat tenang (deep minimum) mirip kejadian 1995-1996, urai Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan.
Bukti keterkaitan dengan perilaku Matahari ini ditunjukkan oleh fenomena kebalikannya, yaitu musim dingin minim salju saat Matahari aktif pada tahun 1989. Musim dingin sangat panjang terjadi saat Minimum Maunder tahun 1645-1716 dan minimum Dalton awal 1980-an. Kondisi serupa terjadi pada 1910-1914. Itu banyak dikaitkan dengan dinginnya laut pada musibah tenggelamnya Titanic pada April 1912. Normalnya, waktu itu sudah musim semi.
Sementara itu, Mezak berpendapat, pola aktivitas Matahari minimum saat ini mirip dengan kejadian tahun 1880, 1890, 1900, dan 1910. Jadi, siklus Matahari tidak hanya menunjukkan siklus sebelas tahun. Ada siklus lebih panjang dengan periode sekitar 100 tahun—siklus Gleisberg. Dalam catatan meteorologis, saat terjadi siklus itu, banyak cuaca ekstrem dingin, tetapi tidak seekstrem Minimum Maunder.
Cuaca dan GRK
Efek aktivitas Matahari minimum lebih banyak memengaruhi daerah lintang tinggi. Aktivitas Matahari sejak sekitar tahun 2007 hingga kini memperbesar peluang terjadinya gradien suhu yang besar antara lintang tinggi dan lintang rendah. Akibatnya, kecepatan komponen angin arah utara-selatan (meridional) tinggi.
Prof CP Chang, yang mengetuai Panel Eksekutif Monsun Badan Meteorologi Dunia (WMO), berkesimpulan, aktivitas monsun lintas ekuator yang dipicu gradien suhu yang besar di arah utara-selatan akhir-akhir ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan statistik 50 tahun terakhir. Hal ini memperkuat dugaan, aktivitas Matahari minimum yang panjang berkaitan erat dengan cuaca ekstrem dingin. Di Indonesia, kejadian angin berkecepatan tinggi lintas ekuator menjadi penyebab utama munculnya gelombang-gelombang tinggi dari Laut China Selatan ke perairan Laut Jawa.
Adanya gas rumah kaca di atmosfer, lanjut Thomas, juga meningkatkan suhu udara yang menyebabkan perubahan iklim. Efek gabungannya cenderung meningkatkan kerawanan bencana terkait iklim, kata Thomas. Teori pemanasan global mengatakan, atmosfer yang memanas membuat partikel-partikel udara menjadi semakin energetik dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem. (YUNI IKAWATI)
sumber : http://sains.kompas.com/read/2010/01/30/08133556/Matahari.Tidur..Bumi.Membeku
Langganan:
Postingan (Atom)