Kamis, 29 Juli 2010

whos.amung.us

[gigya width="420" height="210" src="http://widgets.amung.us/flash/v2map.swf" quality="high" flashvars="wausitehash=995ascce2d5h&map=natural&pin=star-blue&link=no" wmode="transparent" allowScriptAccess="always" ]
Get Your Own Real Time Visitor Map!

Sistem Jaringan Listrik Nirkabel

Dalam sebuah konferensi hi-tech di TED Global Conference, Oxford beberapa waktu lalu, diperkenalkan sebuah sistem jaringan listrik yang tidak menggunakan kabel (wireless).
Sistem ini mempergunakan teknik fisika yang cukup sederhana yang mampu menyuplai tenaga ke beberapa perangkat elektronik.
Pada konferensi tersebut, pemateri menunjukkan telepon seluler dan televisi yang ditenagai oleh listrik secara wireless. Dia mengatakan bahwa sistem tersebut bisa menggantikan ribuan mil kabel dan baterai yang mahal. "Hampir 40 juta baterai diproduksi tiap tahun", katanya. Milyaran dolar juga telah dihabiskan untuk membangun infrastruktur jaringan kabel untuk menyalurkan energi listrik, lanjutnya.
Ilmuwan tersebut mencontohkan dengan memakai ponsel Google G1 dan iphone Apple yang ditenagai dengan sistem tersebut. Selain ponsel, dia juga menampilkan televisi yang memakai sistem kelistrikan wireless ini.
"Bayangkan, anda bisa menaruh televisi ini menggantung di dinding rumah anda tanpa perlu mencari stop kontak," ujarnya.

Bagaimanakah sebenarnya jaringan listrik wireless tersebut?

Selasa, 27 Juli 2010

Cara hitung Jarak Kilat/Petir dari tempat kita berada

Masih ingat dengan pelajaran saat SMP?

Ya, kita pernah mengerjakan soal tentang menghitung jarak dengan bantuan cahaya dan suara. Mari kita terapkan untuk menghitung jarak petir di saat hujan.

Perlu diketahui:

1. kecepatan rambat suara pada saat hujan (suhu sekitar 20 Celcius) yaitu 343.5 meter/detik

2. Kecepatan cahaya 300.000.000 meter/detik.

Kita asumsikan kecepatan waktu tempuh cahaya dari peitr terjadi dengan tempat kita 0 detik, berarti kita bisa menghitung jarak petir dari selisih kilatan yang tampak dengan suara yang terdengar setelahnya.

Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun

VIVAnews - Para peneliti kini 99 persen yakin bahwa peristiwa kehancuran massal di Bumi terjadi secara reguler, seteratur jarum jam berputar. Begitulah temuan para ilmuwan dari Universitas Kansas dan Smithsonian Institute di Amerika Serikat setelah mereka memetakan semua armagedon sejak 600 juta tahun yang lalu.

Astrofisikawan dari Universitas Kansas, Dr. Adrian Melott, dan palaeontologis dari Smithsonian Institute, Dr. Richard Bambach, mengungkapkan dalam kurun waktu itu kiamat di Bumi terjadi setidaknya tiap 27 juta tahun sekali.

Dan penyebab kiamat mendatang, menurut para peneliti itu, ternyata bukanlah pemanasan global.

Lalu apa?

Jalan Raya dengan Teknik Sosrobahu

Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.

Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.

Motor Berbahan Bakar Udara



Jakarta - Sebuah kendaraan yang stylish namun bebas polusi merupakan impian semua orang. Kendaraan seperti inilah yang bakal menjadi kendaraan idaman di masa depan.

Untuk mewujudkan hal itu, seorang perancang bernama Edwin Conan pun berimpian mewujudkannya dengan merancang sebuah motor yang tidak lagi mengandalkan bahan bakar fosil seperti bensin namun juga lebih maju dari sekedar motor bermesin hybrid atau listrik.

Edwin pun berhasil merancang sebuah motor yang mampu mengandalkan udara sebagai bahan bakar bakar utamanya. Motor yang dinamakan Green Speed tersebut dia rancang selama beberapa tahun bersama dengan sebuah perusahaan bernama Zero Pollution Motors.

Senin, 19 Juli 2010

Lubang Misterius Membelah Jalan di Kota Kinabalu Malaysia

Sebuah jalan mendadak terbelah akibat munculnya lubang misterius. Kejadian tersebut terjadi di Kota Kinabalu, Malaysia saat kamis malam.

Lubang dengan lebar 5 meter tersebut mengakibatkan kemacetan. Untunglah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya ada satu truk yang terjungkal karena sebelumnya tidak mengetahui adanya lobang tersebut

Pihak berwenang belum mengetahui penyebab timbulnya lubang misterius tersebut.